Jumat, 14 Oktober 2011

Pencuri Hati

Pesona saat mentari itu mulai bersembunyi
Kemilau juga aroma surga merebak
Disisi hati ia tertegun memandang
Sang dewi cinta menari di ujung surga

Sedamai tegukan air telaga
Jernih pancarkan isi hatinya
Kau curi hati suciku
Wahai dewi cinta di surga cinta

Basuh aku dengan air-air sucimu
Damaikan aku dengan tarian indahmu
Penjarakan aku dengan tawanan hatiku
Dan puji aku dengan lembutnya tutur katamu

Kamis, 25 Agustus 2011

Sepenggal Kisah untukmu Sahabatku




Sepenggal Kisah Untukmu Sahabatku!

Semua yang terindah yang pernah terangkai dalam ingatanku kawan. Pertama kali aku mengenalmu, begitu sulit bagiku memahamimu. Banyak perbedaan,banyak kesalahan dan kesulitan pemahaman.

Aku pernah berkata," Apa kita akan bersama selamanya?" tak ada yang tidak mungkin untuk sesuatu yang belum kita jalani. Dan sekarang disinilah kita diujung masa yang baru. Antara aku dan kalian, sahabatku!

Ingat saat pertama kalian mengucapkan identitas asli kalian satu persatu padaku. Pertama kali aku mengenal seseorang yang akan kujadikan teman belajar dalam hidup? Kita semua awam akan diri orang lain yang tak pernah dilihat. Begitu pula aku terhadapmu.

Sahabatku yang setia! Apakah aku boleh menyimpan kenangan baik indah maupun sedih antara kita sampai nanti? Takkan kuceritakan pada mereka keburukanmu,tapi akan kujadikan kekuranganmu sebagai pembelajaran bagi yang lain. Aku mengenal kata "Sahabat" darimu. Aku mengenal kata "Penghianatan" juga darimu.

Walau kita tak lagi sering berjumpa,bertegur sapa dan saling bertukar kata. Tapi ingatlah kawan aku selalu berharap aku ada dipikiranmu. Aku juga berharap kalian selalu ada dipikiranku. Hingga saatnya nanti kan kujadikan kalian cerita sepanjang masaku. Bahwa sebenarnya selama hidupku aku pernah mengenal kalian, Sahabatku!

Berjuta kata takkan habis hanya untuk menggambarkan sosok kalian. berlembar kertas takkan cukup untuk melukiskan indahnya cerita kita dan senyuman kita bersama. Tapi hanya butuh satu hati untuk mengenang semua cerita kita selama berjalannya masa.

Sepenggal Kisah Untukmu Sahabatku!
Kutulis ini untukmu, semoga selamanya ukiran indah arti kata ini takkan hilang walau ditelan masa...


Salam kebahagiaan sejati,


Sahabatmu                                                                                                                                                   




Kamis, 14 Juli 2011

Cinta??


Tanda tanyaku kian membesar
Sadarkah kau permainkanku bagai boneka?
Sudikah kau anggapku layaknya manusia?
Di manakah akal sehatmu cinta?

Batu di antara desiran pantai tampak kuat
Walau sering dihempas ombak ia bergeming
Apakah sama aku dengannya?
Diam tanpa rasa tiap kau hempaskan hatiku?

Pikirku mulai tak kuasa bila malam gelap dating
Kuasai hatiku dengan badainya
Inginkah kau aku pergi bersama sisa hati tak utuh lagi?
Bisakah aku kembali damai walau tak sama lagi?

Sobat

Seakan lampu-lampu itu kian meredup
Ketika kau sobat menatapku bagai ragu
Merasakan udara yang seketika pengap
Ku bertanya sendiri dalam sanubariku

Apakah kita masih teman sobat?
Masihkah kau anggap aku bagianmu?
Ya, aku ingin kau selalu ingat
Akan janji setiaku padamu dulu
Jangan salahkan aku jika kuucap
Aku rindu padamu sobat!

Cahaya yang Setia

Pagi itu saat mata ini masih terpejam
Kilau cahaya membelah malam
Kemilau embun bagai berlian berjatuhan
Sorot matamu menatapku hendak menyapa

Selamat pagi para insane dunia
Ketika malam terpuruk di bawah kaki sang mentari
Dan ketika itu juga Sang Penguasa Cahaya tersenyum
Membentangkan sayap-sayap sinarnya merengkuh angkasa

Mereka berkata “Sungguh indah hari ini”
Tak bermaksud memuji Sang Pencipta
Bahkan ketika cahaya itu menusuk kulit mereka
Mereka berkata “Awan tutupilah ia segera”

Kini Sang Penguasa Cahaya tersenyum
Akankah ia kembali hari esok?
Ketika malam memenangkan atas dirinya
Kini ia bersembunyi di bawah jubah hitam malam

Pohon Muda

Pohon muda itu membuatku mulai berkhayal
Bagai diriku sendiri yang begitu rapuh
Angin kencang sekejap dapat hancurkan ia
Seketika itu pula lenyap tak tersisa

Pohon muda itu membuatku mulai berpikir
Samakah aku dengannya kini?
Terombang ambing dalam lautan angin
Menerpaku hingga aku pun goyah

Pohon muda itu membuatku mulai berharap
Saat angin meniadakannya
Tak ingin akku bernasib sama
Kehilangan diriku karena terpaan angin cinta