Jumat, 09 Desember 2011

Rasa

Suatu rasa yang tiba dalam hati
Mendesak hingga menghimpit jiwa
Apa ini? Sulit tak kumengerti
Merasuk makin dalam menekan makin sesak

Kucari kata tuk lukiskan
Tapi ku tak temukan
Kucari warna tuk terangkan
Tapi tak ada kesanggupan

Rasa apa ini?
Tak ada nama yang pantas kusandangkan
Tak ada warna yang pantas kugoreskan
Hanya makna arti dalam kalbu yang dapat menjelaskan

Sabtu, 26 November 2011

JANJI???

JANJI???


Apa yang kamu pikirkan tentang sebuah janji?
Dalam sebuah kasus, orang sering kali berjanji tanpa sadar besar makna janji itu untuk orang lain. Kita seringkali lupa apa yang telah kita janjikan. Sungguh kenyataan yang sangat menyedihkan. Tentu tidak semua orang yang berjanji itu akan ingkar. Ada beberapa dan itu yang perlu kita hindari.

point 1. Berapa sering ia berjanji?
            Kalau sekiranya ia sering berjanji dan ia menepati tentu ia buka tipe orang yang "ingkar". Tapi apa jadinya kalau sudah sering berjanji dan sering pula ingkar?

point 2. Apa yang ia janjikan?
            Berjanji tepat waktu? Atau memberikan sesuatu? Pernah ia melupakannya atau bahkan tidak mengakui bahwa ia pernah mengatakannya? Lupakanlah orang seperti itu. Ia takkan ingat apa saja yang telah ia katakan. Mungkin hanya angin lalu baginya.

point 3. Caranya menangani permintaan kita akan janjinya.
            Tentu kadang kita suka menanyakan akan janji yang telah ia ucapkan. Dan apa reaksinya? Diam, mencari topik lain, mengakui kesalahannya (ingkar), atau malah menambahkan janjinya?

point 4. Pemahaman tentang janji
             Kalau dia sudah tahu arti janji itu sesungguhnya tentu tak ada kata ingkar untuk itu. Pernahkah anda bertanya definisi janji pada seseorang? Apa jawabnya? Jika jawabannya janji adalah janji, atau jawaban panjang lebar tanpa maksud yang jelas, sungguh ia tidak mengerti artinya.

point 5. Usahanya untuk mewujudkan.
            Dia berusaha keras agar janjinya terealisasi? Itu bagus. Tandanya ia tahu sebuah janji adalah hutang yang harus segera dilunasi. Tapi jika ia menunggu hingga kita yang meminta? Apa harus selalu kita yang mulai?

            Jadi, untuk beberapa kasus seseorang berbeda prinsip. Ada yang berfikir janji adalah tuntutan sehingga mereka jarang mau menaruh janji pada seseorang. Tapi ada kalanya seseorang mengiming-iming orang lain dengan janji yang besar tanpa ia tahu apakah ia bisa menepatinya.
            Maka jangan salahkan seseorang jika mereka tak lagi percaya kepada orang yang banyak mengumbar janji. Karena seseorang akan sangat meremehkan orang yang tak menepati janjinya apa lagi kembali mengelak. Buatlah janji yang rasional dan tepatilah.

Sabtu, 12 November 2011

Surat Cinta Untuk Ibu

Air mata ini begitu deras mengalir
Hanya karena mengingatmu Ibu
Takkan habis aku memohon
Memohon keikhlasanmu atas diriku.

Ibuku tercinta..
Takkan terbalas jasamu kini
Kelak aku dewasa dalam hidup
Takkan ada kata seindah syair kata-katamu.

Wahai cintaku untukmu Ibu
Bersujudku di hadapan Allah untukmu
Belas kasih tanpa tara untuk segalanya
Ampunkanlah atas apa yang aku lupakan.

Tuhanku, kasihilah pelita hidupku
Dan jaga setiap hembus nafasnya di hatiku
Ibuku tercinta, surat terakhir  takkan ada
Jika aku masih bernafas karena cintamu.

Ketika Cinta Bercerita

Sekilas cinta kau uraikan
Dari dalam aliran air
Gelas-gelas kaca yang bening
Dan pantulan kilau matanya.

Wahai cinta kemarilah dan ceritakan
Betapa indah dirimu menghiasi jiwa-jiwa yang sepi itu?
Dendangkanlah, seuntai kata merasuk jiwa
Ketika kau hadir dalam benakku.

Manakala ia beranjak
Setitik saja dari hatiku yang hampa
Tetesan air mata mengiringi langkahnya
Berjumpa dengan sepi dan kawannya, lara.

Jumat, 14 Oktober 2011

Pencuri Hati

Pesona saat mentari itu mulai bersembunyi
Kemilau juga aroma surga merebak
Disisi hati ia tertegun memandang
Sang dewi cinta menari di ujung surga

Sedamai tegukan air telaga
Jernih pancarkan isi hatinya
Kau curi hati suciku
Wahai dewi cinta di surga cinta

Basuh aku dengan air-air sucimu
Damaikan aku dengan tarian indahmu
Penjarakan aku dengan tawanan hatiku
Dan puji aku dengan lembutnya tutur katamu

Kamis, 25 Agustus 2011

Sepenggal Kisah untukmu Sahabatku




Sepenggal Kisah Untukmu Sahabatku!

Semua yang terindah yang pernah terangkai dalam ingatanku kawan. Pertama kali aku mengenalmu, begitu sulit bagiku memahamimu. Banyak perbedaan,banyak kesalahan dan kesulitan pemahaman.

Aku pernah berkata," Apa kita akan bersama selamanya?" tak ada yang tidak mungkin untuk sesuatu yang belum kita jalani. Dan sekarang disinilah kita diujung masa yang baru. Antara aku dan kalian, sahabatku!

Ingat saat pertama kalian mengucapkan identitas asli kalian satu persatu padaku. Pertama kali aku mengenal seseorang yang akan kujadikan teman belajar dalam hidup? Kita semua awam akan diri orang lain yang tak pernah dilihat. Begitu pula aku terhadapmu.

Sahabatku yang setia! Apakah aku boleh menyimpan kenangan baik indah maupun sedih antara kita sampai nanti? Takkan kuceritakan pada mereka keburukanmu,tapi akan kujadikan kekuranganmu sebagai pembelajaran bagi yang lain. Aku mengenal kata "Sahabat" darimu. Aku mengenal kata "Penghianatan" juga darimu.

Walau kita tak lagi sering berjumpa,bertegur sapa dan saling bertukar kata. Tapi ingatlah kawan aku selalu berharap aku ada dipikiranmu. Aku juga berharap kalian selalu ada dipikiranku. Hingga saatnya nanti kan kujadikan kalian cerita sepanjang masaku. Bahwa sebenarnya selama hidupku aku pernah mengenal kalian, Sahabatku!

Berjuta kata takkan habis hanya untuk menggambarkan sosok kalian. berlembar kertas takkan cukup untuk melukiskan indahnya cerita kita dan senyuman kita bersama. Tapi hanya butuh satu hati untuk mengenang semua cerita kita selama berjalannya masa.

Sepenggal Kisah Untukmu Sahabatku!
Kutulis ini untukmu, semoga selamanya ukiran indah arti kata ini takkan hilang walau ditelan masa...


Salam kebahagiaan sejati,


Sahabatmu                                                                                                                                                   




Kamis, 14 Juli 2011

Cinta??


Tanda tanyaku kian membesar
Sadarkah kau permainkanku bagai boneka?
Sudikah kau anggapku layaknya manusia?
Di manakah akal sehatmu cinta?

Batu di antara desiran pantai tampak kuat
Walau sering dihempas ombak ia bergeming
Apakah sama aku dengannya?
Diam tanpa rasa tiap kau hempaskan hatiku?

Pikirku mulai tak kuasa bila malam gelap dating
Kuasai hatiku dengan badainya
Inginkah kau aku pergi bersama sisa hati tak utuh lagi?
Bisakah aku kembali damai walau tak sama lagi?